Sinarnusantara.net, Pelalawan – Masyarakat desa bagan Limau, kecamatan Ukui kabupaten Pelalawan resah di sebabkan sejak 20 Desember 2025 hingga berita ini di naikkan belum menikmati hasil alias bermasalah dengan masyarakat desa pesikaian kecamatan Cerenti kabupaten Kuantan Singingi, ini media ini ketahui setelah meminta keterangan dari warga desa desa bagan limau inisial M di rumahnya, Sabtu, 24 Januari 2026. Dalam keterangannya M menyampaikan.
“Saya sudah menerima SK dari Menteri Kehutanan tanggal 20 Desember 2025, dan lahan saya yang di TNTN sudah di excekusi bersamaan dengan SK tersebut. Namun hingga saat ini gak bisa saya panen dan bisa saya kuasai karena di panen oleh masyarakat tempat desa pesikaian bahkan dirusak kebunnya” ungkap M resah dan bingung, selanjutnya.
“Masyarakat disana (pesikaian-red) belum bisa menerima, saya bingung sudah sebulan gak ada penghasilan, sementara beban bulanan di bank maupun di leasing sudah jantuh tempo pada kami, yang lebih pedih lagi bagi saya, sawit saya sudah di excekusi saya di berikan dana pengganti kebijakan kades sebesar 2 juta sampai lahan saya kuasi” jelas M kepada media ini.
Sementara Kepala Desa Bagan limau di jumpai di rumahnya menyampaikan kepada media ini, menjelaskan adanya permasalahan yang belum selesai dengan masyarakat desa pesikaian Denga Pokja 4 team relokasi TNTN desa bagan limau. Bagaimana kebijakan pak kades terkait masyarakat yang sudah di eksekusi sawitnya.
“saya mengambil kebijakan beban yang seharusnya merekakan ada angsuran kredit, agar di dapat diangsur dari hasil buah sawit yang ada di Bagan Limau kemarin yang punya sudah dieksekusi karena mereka belum mendapatkan penghasilan dari kebun pengganti itu makanya saya mengambil kebijakan, untuk mereda permasalahan yang ada di desa agar tidak banyak masyarakat yang terprovokasi dengan hal-hal yang miring, makanya 2 juta tiap bulan untuk satu KK, itulah yang dapat kami berikan untuk pemilik kebun atau penggarap kebun yang sudah dieksekusi, ini jadi beban moral yang kami rasakan pada saat ini, sampai mereka ini dapat menguasai kebun pengganti tersebut. Harapan saya ini harus disikapi dengan serius oleh pemerintah dan harus bersikap bertindak menyikapi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh kita semuanya. Agar ini sebagai bentuk percontohan yang dilakukan oleh pemerintah. Alhamdulillah masyarakat kami adalah masyarakat yang patuh dan taat terhadap hukum kita akan menyukseskan program-program pemerintah.
Kita juga harus memikirkan kelangsungan hidup hajat masyarakat saya Untuk itu saya bermohon biar dalam kesempatan ini kepada pemerintah hal ini agar dapat disikapi dengan serius” harap Kades Bagan Limau yang prihatin terhadap masyarakatnya.












